Niat Sholat Jamak

Diposkan oleh On 5:01 PM


Pembahasan khusus  mengenai niat sholat jamak akan kami paparkan secara garis besar. Namun dasarnya mengenai Tata cara Sholat jamak Qoshor sudah kami poting dalam blog ini. Jika anda ingin menemukan dengan cepat dan mudah artikel tersebut, anda bisa KLIK DISINI. Walau pun dalam artikel niat sholat jamak kami paparkan secara global, namun ini sudah cukup mewakili dan cukup mudah untuk difahami.
Sholat jamak itu adalah dua sholat Fardlu yang digabungkan. Yang boleh digabung yaitu antara Dhuhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya. penggabungannya tidak boleh Dhuhur dengan Magrib. Untuk menggabungkan sholat fardlu, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, yaitu jika kita sedang melakukan perjalanan bukan untuk maksiat, kemudian jarak tempuh yang kita akan capai sekitar 90 Km. Artinye perjalanan tersebut bisa menjadi syarat untuk menjamak. 

Untuk niat sholat jamak tidak seribet yang dibayangkan. Sebenarnya mudah sekali. Misalnya kita melakukan sholat Dhuhur dengan ashar, dan dilakukan pada waktu dzuhur. Berarti kita sholat dzuhur dulu dengan niat "Usholli fardlo Dzuhri Lillahi Ta'ala". Kemudian melakukan sholat dzuhur seperti biasa 4 rekaat, didalam sholat dzuhur pada sekaat pertama, atau kedua, atau ketiga, atau keempat harus niat dalam hati kalau sholat ashar saya jamak. Setelah selesai sholat dzuhur langsung sholat Ashar, niatnya " Usholli Fardlo Ashri Lillahi ta'ala". Lakukan sholat ashar 4 rekaan seperti biasa. Selesai dech. Gampang sekali kan.

Jadi niat untuk menjamak sholat itu direkaat yang pertama. dasarnya anda bisa baca di Khasyiah Syarqowi.


ويشترط لجمع القديم الترتيب والولاء و نية الجمع في الأولى و بقاء السفر إلى عقد الثانيه ووجود المطر اول كل منهما و عند سلام الأولى ﴿حشية الشرقاوي : جزء الأول دار الفكر صحفة : ۲٥١ - ۲٥۲
  • Tartib atau berurutan, artinya misal dzuhur dengan ashar maka mengejakan sholat dzuhur dulu baru sholat ashar.
  • Wila ( baca : Wilak ) Atau menyambung antara sholat yang pertama dengan yang kedua tanpa disela dengan wirid maupun do’a maupun kata-kata yang lain. Artinya setelah salam sholat dzuhur langsung berdiri melaksanakan sholat ashar. Misal mengatakan Ashsholatu Jaami’ah tidak masalah, Boleh.
  • Niat Jamak diwaktu sholat yang pertama. Jadi bukan sebelum sholat. Artinya niat itu tidak sah apabila dilakukan sebelum sholat. Niat harus dilakukan didalam sholat yang pertama. Dengan cara diucapkan didalam hati (jawa: dikrentekke nong njero ati/ batin). Jadi niatnya seperti sholat yang sudah biasa anda lakukan

    Disamping Jamak Taqdim Ada jamak Takhir
     
    Jamak ta’khir misalnya sholat Dzuhur dengan Ashar  dikerjakan diwaktu Ashar, misalnya Magrib dengan Isya’ dilaksanakan diwaktu Isya’. Yang terpenting adalah meletakkan niatnya yaitu diletakkan sebelum melaksanakan sholat dan masih dalam perjalanan, maka saat masuk waktu sholat dengan melaksanakan sholat lihurmatil wakti.
    Untuk melaksanakan sholatnya misalnya Sholat dzuhur dengan Sholat Ashar, sholat dzuhur dulu baru Ashar atau sebaliknya. Dikerjakan dzuhur dulu karena disesuaikan dengan urutan, dilaksanakan Ashar dulu karena saat itu Asharlah yang memiliki waktu.
    Niatnya seperti tercantum diatas * hanya cara meletakkan niatnya harus pas.
    Demikianlah pembahasan mengenai Niat Sholat jamak yang menjadi kebutuhan bagi setiap orang yang sedang melakukan perjalanan jauh dalam ibadah dan kebaikan.

    Refferensi :
    -      Hasyiah Syarqowi, Bab Kayfiyatu sholati safar, Hal : 251 – 252 Perc. Darrul Fikr, Beirut.
    -     Kifayatul Ahyar, Kitabu Sholah, hal : 140 -141, perc. Darul Kutub Islamiyah, Jakarta.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »