Cara ampuh Tinggalkan maksiat - Ustadz Abdul Shomad Moroko

Diposkan oleh On 8:24 AM

Cara ampuh Tinggalkan maksiat - Ustadz Abdul Shomad Moroko

Cara ampuh Tinggalkan maksiat - Ustadz Abdul Shomad Moroko
Yang namannya maksiat sangat meraja lela, mulai dari minum khamer sampai pada perzinahan, Naudzubillah min dzalik. Lantas bagaimana cara agar kita bisa meninggalkan maksiat? kata Ibrahim bin Adham yang intinya kurang lebih demikian, Silahkan bermaksiat asalkan jangan di buminya Allah. Silahkan saja bermaksiat asalkan Allah Tidak Melihatmu. Lantas bagaimana caranya? Bumi ini milik Allah, langit pun milik Allah. Dimana lagi kita mau berpijak semua alam semesta ini milik Allah.

Sering kita melihat tanah-tanah yang kosong dan ada tulisannya Tanah Hak milik Pemerintah, atau Tanah hak milik Fulan dan fulan, sejatinya tanah semuanya milik Allah Subhanahu Wata'ala. Jangan asal ambil saja. Ngaku-ngaku punya tanah, padahal itu tanahnya Allah Subhanahu Wata'ala.

Makanya orang beriman tak pernah merasa asing dan tak pernah merasa aneh. Kalau masih menginjak tanahnya Allah, merasa bahwa masih menginjak buminya Allah maka dia tidak akan pernah mau melakukan maksiat. Cerdas sekali Ibrahim bin Adham dengan mengatakan demikian

Selanjutnya agar tidak melakukan maksiat, Jika kalian ingin melakukan maksiat, maka lakukanlah maksiat ketika engkau sudah tidak memakan Rizki yang datangnya dari Allah. Kapan itu? tidak mungkin, bernafas dengan paru-paru juga merupakan rizki dari Allah. Makan dan minum bukan dari rizki Allah, silahkan kalau mau bermaksiat. Rasanya tidak akan mungkin.

Kenapa masih ada yang bermaksiat, sebab dalam hatinya masih merasa bahwa itu adalah miliknya sehingga masih saja melakukan maksiat. Seandainya tidak maka tidaklah mungkin. Misalnya, Hp ni milik siapa? dari mana uang untuk beli HP? dari kerja misalnya, kerja bidang IT menggerakkan jari saja dapat uang, lalu jari bisa bergerak juga karena syaraf kita masih diberikan oleh Allah Normal, kadang ada yang jari bergerak sendiri tanpa kontrol, tidak normal. Maka jangan lah menganggap itu hasil anda tapi sejatinya itu karena Rahmat Allah subhanahu Wata'ala. Semua karena kudrat dan iradah dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Makanya kalau kaya itu tidak sombong, karena rizki itu titipan dari Allah. Dan jika miskinpun dia tak sedih, karena tak dapatpun dia tetap husnudzon sama Allah.




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »