Masalah Weton Menjadi Penghambat Pernikahan

Diposkan oleh On 8:24 PM

Persoalan yang sering muncul:

Seandainya ada yang berhak menjadi penghambat pernikahan, maka tentunya yang berhak adalah wali nikah. Namun aneh fenomena saat ini masih ada yang menggunakan weton sebagai hal yang harus ditaati dan diugemi(jawa) menjadi penentu jodoh nasib dan rizki seseorang. Padahal yang demikian salah adanya.

Mengapa hal itu saya katakan salah, karena itu sudah bertentangan dengan adanya keesaan Tuhan, Allah diduakan sehingga perbuatan ini menjadi musyrik. Dan dosa musyrik tidak akan mendapat ampunan dari Allah Subhanahu wata'ala.

Lantas jika yang menhitung ini adalah orang tua kita sendiri bagaimana, padahal kita butuh doa'restu mereka, apalagi yang tidak merestui adalah wali kita (perempuan) maka secara otomatis terhambat dong langkah kita. Mau terus nggak ada restu, mau mandek sudah kadung cinta dan manteb dengan calon suami.

Masalah lagi, restu sudah dapat, calon mempelai juga saling menyayangi dan saling mencintai, namun terganjal dengan hitunngan weton dari kedua mempelai yang menyatakan tibo pati, takut rizkinya mampet dan meninggal gara-gara pernikahan. Padahal sebagai muslim yang beriman, bahwa rizki itu kita harus berusaha semaksimal mungkin mengenai hasilnya kita serahkan sama Allah Subhanahu Wata'ala. Mengenai pati atau kematian, itu sudah digariskan oleh Allah dan tidak dapat dimajuakan dan tidak dapat diundur.

Penyelesaian Masalah:

Menyelesaikan sebuah masalah harus diketahui terlebih dahulu masalah pangkalnya, tidak serta merta dapat diselesaikan dengan instant, butuh sebuah proses yang panjang dan terkadang proses itu juga agak rumit dan melelahkan, namun jika ini kita lakukan dengan sebaik-baiknya maka hasilnya akan luar biasa.

Petama jika masalah hitungan, maka anda wajib tahu bahwa hitungan itu tidak ada hubungannya dengan kematian dan rizki anda. maka jika ini yang menghambat maka yakini itu tidak ada pengaruhnya dengan hitungan anda.

Kedua jika yang bermasalah adalah restu orang tua, maka hitungan sebagus apapun tidak akan pernah baik dimata orang tua. Maka yang harus dilakukan adalah mendekati, mencoba untuk membahagiakan mereka, cium tanganya lakukan komunikasi dengan baik dan nada yang sangat lembut, jangan lupa sebelum melakukan ini, minta bantuan sama Allah agar tujuan anda bisa tercapai. Jika sudah bisa mengambil hatinya maka yang terjadi adalah sejelek hitungan apapun (tidak Ngaruh) pasti tetap akan mendapat restu dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Ketiga, jika masalahnya adalah takut rizkinya seret, masih was was dengan hitungan, padahal sudah tidak diyakininya, namun masih was-was, maka yang dilakukan adalah dengan sedekah, sedekah kita bisa menjauhkan dari balak dan malapetaka, dengan beramal maka rizki kita menjadi berlimpah.




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »