Tata Cara Sholat Gerhana (Kaifiyah Sholat Khusufain)

Diposkan oleh On 11:48 PM

Banyak orang yang mencari artikel Tata cara Sholat Gerhana. Bagaimana sholat gerhana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Banyak kata Kunci yang biasa digunakan untuk mencari Tata Cara Sholat Gerhana Matahari, Sholat Gerhana Bulan, Panduan Sholat gerhana Bulan, Sholat Dua Gerhana, Inilah dia dan lain sebagainya, namun semuanya mengarah pada Tuntunan Sholat Gerhana Yang disunnahkan Oleh Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallam. Dalil tentang sholat gerhana juga ada, Dalil tentang Khutbah setelah dilakukannya Sholat Gerhana Juga banyak diposting yang memang tujuannya untuk memantapkan seseorang untuk melakukan Ibadah SUnnah.



Sholat Gerhana disebut juga dengan Sholat Khusuf atau Kusuf. Apa Arti khusuf itu, Arti Kata khusuf adalah hilangnya sebagian cahaya matahari dan bulan atau hilangnya secara keseluruhan cahaya keduanya karena sunnatullah yang menyebabkan langit berwarna gelap atau hitam. Kata Khusuf berasal dari Kasyafa Yakhsyifu artinya Hilang Gerhana. Gerhana itu sendiri terdiri dari dua macam gerhana yaitu “gerhana matahari” yang dikenal dengan “kusuf” dan “gerhana bulan” yang dikenal dengan istilah “khusuf”.

Kapan dilaksanakan sholat Khusuf atau sholat Gerhana? Yaitu pada saat gerhana itu terjadi. Namun Jika gerhana sudah selesai tidak dianjurkan untuk mengkodlonya. Sholat yang dilakukan tentunya akan membawa manfaat yang luar biasa. Melihat hal demikian adalah melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang memang kuasa atas segala sesuatu.

Lantas Tata Cara Sholat Gerhana sebagai berikut:
  1. Takbiratul Ihram (Mengangkat kedua tangan, Allahu Akbar. Niat tempatkan dalam Takbirotul Ihrom. Pakai Bahasa Indonesia saja biar Mudah dalam hati. " Saya Niat Sholat Gerhana Sunnah Karena Allah".)
  2. Membaca do’a istiftah kemudian berta’awudz, dan membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (Jika tidak bisa Iftiftah ya tidak perlu), namun surah Fatihah Wajib.
  3. Kemudian ruku’, dengan memanjangkan ruku’nya.
  4. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu’.
  5. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, pendek juga boleh. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  6. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
  7. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamdu’, kemudian berhenti dengan lama.
  8. Kemudian melakukan dua kali sujud dengan memanjangkannya, diantara keduanya melakukan duduk antara dua sujud sambil memanjangkannya.
  9. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  10. Tasyahud Akhir, Atau at-Tahiyatul Mubarokatuh sholawatuh dst.
Lebih mudahnya kami simpulkan Sholat Gerhana Mudah demikian. Sholat dua rekaat, membaca Fatihah wajib. Rekaat pertama Rukuk, setelah rukuk bangun lagi membaca Surah Fatihah lagi (Jadi rukuknya 2 kali) kemudian Sujud seperti biasanya, kemudian bangun dari sujud kemudian Sujud lagi. Jadi Dalam Satu rekaat 2 kali rukuk, 2 kali SUrah Fatihah, dan 2 kali sujud. Lakukan 2 rekaat. BERARTI dalam dua rekaat terjadi 4 KALI RUKUK, 4 KALI FATIHAH, 4 KALI SUJUD. beres. Ingaaaaat.... BACAANNYA DIBACA LIRIH ATAU PELAN SAJA.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »