Ciri-Ciri Orang yang Berhasil Dalam Puasanya

Diposkan oleh On 7:50 AM

Artikel ini merupakan ringkasan dan terjemahan kedalam bahasa indonesia saat mengikuti pengajian umum di desa Bumiharjo dalam rangka Halal bi halal di masjid Baitul Muttaqin pada tanggal 25 Agustus 2013 bersama KH.Asnawi Ahmad dari Kudus. Beliau memberikan mauidloh hasanah dengan menggunakan Bahasa Jawa yang gampang dimengerti.

Inti hidup adalah
  1. Tidak mati sebelum waktunya
  2. Beribadah kepada Allah



Allah Mengajak kepada kita untuk masuk ke Syurga tetapi banyak manusia yang tidak mau diajak masuk syurga, Allah Memberikan pertolongan untuk masuk Syurga, dan jalan menuju syurga dibuat semurah-murahnya. Misalnya saja mau sholat gratis, tidak perlu ngurus KTP dulu, Puasa gratis, bahkan Haji juga gratis kalau mau jalan kaki, yang membayar itu pesawatnya,
Khusus haji bagi mereka yang mampu biayanya. Haji itu memang amalan yang sangat misteri sebab banyak juga yang kaya raya tapi tidak dipanggil oleh ALLAH untuk naik haji, sebaliknya orang yang hidupnya pas-pasan ternyata banyak yang sudah bisa melaksanakan Rukun Islam yang ke Lima ini. Biaya haji itu ada yang namanya Haji Sokeh (jawa: Disokong Wong Akeh) artinya biaya haji ditanggung orang banyak. Ada Haji Mbak Yu (tambake Payu) artinya: habis jual tambak ikan lalu dipakai untuk berangkat Haji. Ada Haji Wahyu (sawahe payu) artinya: sawahnya laku dijual untuk ongkos naik haji. Ada Haji Tower artinya: tanahnya disewa salah satu pengusaha dalam bidang komunikasi seperti Telkomsel, XL, atau Mentari untuk didirikan antena pemancar sebagai antena relay. Ada haji Yarwe (Bayar Dewe) artinya: ongkos naik Haji dibayar dari hasil keringatnya sendiri. Bagaimana mau pilih yang mana? Banyak yang memilih Haji Yarwe, tapi buat saya ya milih HAJI MABRUR SING YARWE.....

Sebelum hari Raya idul Fitri, sebagai manusia muslim tentunya pasti mau melaksanakan Puasa Ramadlon kurang lebih 30 hari. Dan bagi yang berpuasa akan mendapatkan jaminan bakal dihapus segala dosanya. Seperti dalam Hadits...
قال رسول الله : من صام رمضان إيمانا وإحتسابا غفر له ماتقدم من ذنبه ...... الحديث
Jika membaca hadits diatas, mau percaya hatinya bimbang. Mau tidak percaya itu jelas sabda Nabi Muhammad, dan kita tahu sendiri Nabi Muhammad tidak mungkin berbohong atas apa yang diucapkannya. Lalu bagaimana sikap kita?

Baiklah kita fahami dan perhatikan secara seksama, didalam hadits tersebut ada kata Imanan wahtisaban jadi puasanya orang yang imanan wahtisaban saja yang bisa menghapus segala dosanya. Contoh puasa yang tidak imanan wahtisaban adalah puasanya anak kecil yang belum balig, ketika dia puasa dia akan melaksanakan sahur dipagi hari, kemudian pergi kesekolah, pulang tidur, sore nonton TV atau main-main sambil menunggu waktu berbuka puasa, kemudian tur lagi begitu seterusnya sampai habis 30 hari. Jadi jika ada orang dewasa, balig tapi puasanya seperti anak kecil tadi maka tentunya dia bukan termasuk golongan puasa yang didasari imanan wahtisaban. Apalagi puasa yang diikuti berbagai kemaksiatan, tentunya dia tidak mendapat apa-apa kecuali hanya lapar dan dahaga. Oleh karena itu isi puasa pada bulan suci Romadlon dengan membaca Al-Qur’an, Sholat tarawih, Sedekah, menyantuni anak Yatim dan lain sebagainya sebagai amal yang merupakan wujud dari puasa yang didasari dengan imanan wahtisaban.

Jika kita sudah Lulus meraih puasa yang imanan wahtisaban maka pada tanggal 1 Syawal resmilah kita terlahir dalam keadaan putih bersih seperti bayi yang baru dilahirkan. 
Jadi ciri-ciri orang yang berhasil dalam puasanya.
  1. Tidak memiliki hati yang membenci orang lain, dalam kata lain setelah berpuasa satu bulan penuh hatinya tidak pernah lagi membenci orang lain. Coba kita lihat bayi yang baru lahir dia tidak pernah benci pada siapapun, saat dia ditimang oleh orang cantik tetap tersenyum, saat ditimang orang yang wajahnya tidak cantik pun dia juga tetap tersenyum.
  2. Tidak dibenci oleh orang lain, jadi setelah berpuasa sebulan penuh dia tidak dibenci orang lain. Coba lihat bayi lagi, ketika kita menjenguk bayi kecil tidak pernah terbesit sedikitpun untuk NGEPLAK NDASE, artinya ketika menjenguk bayi tidak pernah ada niatan untuk menyakiti bayi, rasanya senang dan gembira. Walupun bayi hasil zina sekalipun orang tidak akan pernah membencinya.
  3. Semakin tawakal dan yakin pada Allah Subhanahu wata’ala, kita kembali pada bayi kembali, yang namanya bayi tidak pernah merasa susah walaupun harga LPG naik, tidak pernah susah walaupun harga susu naik, Tidak pernah susah walaupun hidup dalam kemiskinan. Artinya kita sebagai orang yang berhasil dalam puasa maka seharusnya kita pasrah sama Allah, tawakal sama Allah dan percaya sepenuhnya.
Ijazah dari Habib Luthfi Pekalongan
Sehari Semalam jangan lupa membaca sholawat 300 kali dan setelah sholat Fardlu membaca ayat kursi 5 kali.

Ijazah dari Gus Mustofa Bisri
Kalau berdoa dengan membaca Surah Al-Fatihah sampai "Iyyaka nasta'iiin" dibaca 11 kali (Sebelas Kali)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »